Selasa, 11 Juni 2013

Mekanisme PPDB 2013/2014

PENDAFTARAN PESERTA DIDIK BARU JALUR REGULER

a. Pendaftaran calon peserta didik

  1. SMP Negeri dilaksanakan pada tanggal 21-25 Juni 2013 dari pukul 08.00 s.d. 14.00 WIB dan dapat dilaksanakan secara kolektif dan atau perorangan.
  2. SMP Swasta : Gelombang I, bulan Februari s.d. April 2013 pukul 08.00 s.d. 14.00 WIB dan Gelombang II, bulan Mei s.d. Juli 2013 pukul 08.00 s.d. 14.00 WIB.

b. Persyaratan calon peserta didik

  1. Salinan Ijazah dilegalisasi kepala sekolah asal 2 lembar atau jika belum terbit menggunakan surat keterangan lulus dari sekolah asal. Khusus Ijazah Paket A wajib melampirkan keterangan validasi dari Dinas Pendidikan;
  2. SKHUN asli, apabila belum terbit, menggunakan SKHUN sementara dari Dinas Pendidikan;
  3. Menyerahkan buku laporan hasil belajar peserta didik (LHBPD) atau Buku raport asli;
  4. Berusia paling tinggi 18 tahun pada tanggal 15 Juli 2013
  5. Calon peserta didik lulusan tahun pelajaran 2010/2011 dan 2011/2012 harus melampirkan Surat Keterangan Tidak Sedang Bersekolah (SKTSB) dari desa/kelurahan setempat dan haknya sama dengan lulusan tahun pelajaran 2012/2013
  6. Mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan sekolah.

c. Mekanisme Seleksi

  1. Proses seleksi dilaksanakan pada tanggal 26 Juni 2013 menggunakan Nilai UN SD/MI dan Nilai Rapor kelas IV s.d kelas V mata pelajaran yang di-UN-kan.
  2. Seleksi Peserta Didik baru berdasarkan peringkat jumlah nilai dari teringgi ke terendah sampai terpenuhinya daya tampung yang telah ditetapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan. Jumlah nilai adalah hasil penjumlahan antara nilai UN SD/MI dengan jumlah masing-masing hasil konversi terhadap rentang nilai satuan dari Nilai Rapor kelas IV s.d kelas V untuk mata pelajaran yang di-UN-kan.
  3. Apabila pada peringkat terakhir ada nilai yang sama, maka urutan nilai Bahasa Indonesia menjadi prioritas dan selanjutnya nilai matematika, dan terakhir IPA. Apabila masih sama, maka batas akhir (passing grade) ditetapkan berdasarkan jumlah peserta didik maksimal.
  4. SMP Swasta, disesuaikan masing-masing sekolah.

d. Jumlah peserta didik tiap kelas dan jumlah kelas.

  1. Jumlah peserta didik tiap kelas paling banyak 40 orang. Khusus SSN jumlah peserta didik 32-36 orang
  2. Jumlah kelas peserta didik baru paling banyak 9 kelas

e. Pengumuman

  1. SMP Negeri tanggal 4 Juli 2013 mulai pukul 08.00 s.d. 14.00 WIB di tempat sekolah calon peserta didik mendaftar. Sedangkan pada sekolah terlampir dapat melalui sistem on-line masing-masing sekolah.
  2. SMP Swasta :
    1. Gelombang I, bulan April 2013 pukul 08.00 s.d. 14.00 WIB
    2. Gelombang II, bulan Juli 2013 pukul 08.00 s.d. 14.00 WIB

f. Pendaftaraan Ulang Calon peserta didik baru yang dinyatakan diterima wajib mendaftar ulang pada :

  1. SMP Negeri tanggal 6-8 Juli 2013 pukul 08.00 s.d. 14.00 WIB dengan menyerahkan persyaratan yang telah ditentukan oleh sekolah yang bersangkutan.
  2. SMP Swasta :
    1. Gelombang I, bulan April 2013 pukul 08.00 s.d. 14.00 WIB
    2. Gelombang II, bulan Juli 2013 pukul 08.00 s.d. 14.00 WIB

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Jalur Prestasi Akademik, Non Akademik, Anak Pendidik/Tenaga Kependidikan, Anak Yatim, Anak dari Program Keluarga Harapan (PKH), dan Keluarga Miskin

a. Pendaftaran calon peserta didik dilaksanakan :

Pendaftaran calon peserta didik dilaksanakan pada tanggal 13 s.d. 15 Mei 2013 pukul 08.00 s.d. 14.00 WIB

b. Persyaratan bagi yang berprestasi dalam bidang akademik dan non-akademik:

  1. Memiliki sertifikat atau piagam penghargaan yang diperoleh dari kejuaraan/kegiatan resmi yang dikeluarkan oleh Dinas/Kementerian/ Badan/Lembaga/Institusi Pemerintah.
  2. Sertifikat/piagam penghargaan yang diperoleh antara tahun pelajaran 2010/2011, tahun pelajaran 2011/2012, dan tahun pelajaran 2012/2013.
  3. Sertifikat/piagam penghargaan calon peserta didik baru berprestasi dalam bidang akademik dan non-akademik perorangan:
    1. Tingkat Internasional untuk juara 1 sampai juara 3 dan juara harapan 1, juara harapan 2, dan juara harapan 3;
    2. Tingkat Nasional untuk juara 1 sampai juara 3 dan juara harapan 2;
    3. Tingkat Propinsi untuk juara 1 sampai juara harapan 1;
    4. Tingkat Kabupaten/Kota untuk juara 1 sampai juara 3;
    5. Tingkat Kecamatan untuk juara 1 sampai juara 2.
  4. Sertifikat/piagam penghargaan calon peserta didik baru berprestasi dalam bidang akademik dan non-akademik untuk beregu adalah:
    1. Tingkat Internasional untuk Juara 1 sampai Harapan 1;
    2. Tingkat Nasional untuk juara 1 sampai juara 3
    3. Tingkat Propinsi untuk juara 1 sampai juara 2;
    4. Tingkat Kabupaten/Kota untuk juara 1.
  5. Persyaratan bagi anak kandung dan/atau anak angkat pendidik/tenaga kependidikan pada satuan pendidikan yang bersangkutan melampirkan;
    • Kartu keluarga asli dan salinan;
    • Akta kelahiran asli dan salinan;
    • Surat keterangan adopsi asli untuk anak angkat;
    • Sudah bertugas sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun berturut-turut bagi pendidik/tenaga kependidikan nonpns;
  6. Persyaratan bagi Anak Yatim, Program Keluarga Harapan (PKH), dan Keluarga Miskin :
    • Tempat tinggal calon peserta didik dalam radius paling jauh 1 (satu) km dari lokasi sekolah;
    • Memperlihatkan Kartu Keluarga Asli dan menyerahkan salinan yang dilegalisasi oleh Kepala Desa/Lurah;
    • Menyerahkan Surat Keterangan Kematian Orang Tua dari desa/kelurahan bagi anak yatim, bagi siswa PKH memperlihatkan Kartu PKH asli dan menyerahkan salinan yang dilegalisasi Kepala Desa/Lurah, dan siswa miskin menyerahkan SKTM asli;

c. Mekanisme seleksi bagi yang berprestasi dalam bidang akademik dan non-akademik:

Seleksi administratif (sertifikat / piagam asli) b. Sekolah melaksanakan tes potensi sesuai dengan sertifikat/piagam yang diperoleh yang pembobotannya diserahkan kepada satuan pendidikan.

d. Kuota

Kuota untuk yang berprestasi dalam bidang akademik dan non-akademik dengan prioritas jenis cabang yang tersedia sarana dan tenaga pengajarnya, setingi-tingginya 10 % dari jumlah daya tampung yang direncanakan sekolah.

e. Pelaksanaan tes bagi yang berprestasi dalam bidang akademik dan non-akademik

  1. Pelaksanaan seleksi tanggal 17-18 Mei 2013

f. Pengumuman

  1. Pengumuman calon peserta didik baru dilaksanakan pada tanggal 21 Mei 2013
  2. Bagi calon peserta didik baru berprestasi di bidang olah raga yang diterima harus membuat surat pernyataan yang memiliki kekuatan hukum untuk dan bersedia menjadi atlit Kabupaten Bogor.

g. Pendaftaran Ulang

  1. Calon peserta didik baru yang dinyatakan diterima wajib mendaftar ulang pada tanggal 22-23 Mei 2013 dengan menyerahkan persyaratan yang ditetapkan sekolah,
Disalin dari Juklak PPDB 2013 SK Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor No. 421/391-Disdik tentang Petunjuk Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Taman Kanak-kanak (Paud Formal), SD, SMP, SMA dan SMK Negeri dan Swasta tahun pelajaran 2013-2014
Mekanisme PPDB
 
Link Formulir : http://www.smpn3citeureup.sch.id/index.php/ppdb-2013.html?view=pendaftar&id=1

Senin, 15 Oktober 2012

Bahaya Meneriaki Anak dan Cara Menjadi Ibu yang Lebih Tenang

Jika Anda meneriaki anak Anda, lalu menyesal setelahnya, ini saran buat Anda.

Saya, suami dan dua anak kami sedang menikmati liburan santai di Hawaii. Kami sedang berkendara di mobil melalui jalan berliku (dan berbahaya) dan menuju Hana. Saat kami sedang melihat betapa indahnya tebing dan pantai, peristiwa itu tiba-tiba terjadi; tanpa alasan jelas, anak laki-laki kami yang berusia 5 tahun melempar botol air ke arah suami.

Botol itu mengenai kaca dan membuat suara keras. Hanya keajaiban yang membuat kami tidak menabrak sesuatu — meski kami sempat kehilangan kendali. Saya dan suami sontak memarahi, berteriak dan mengancam.

"Kenapa kamu melakukan itu? Apa kamu tidak tahu kalau itu amat berbahaya? Kita sedang menikmati liburan, dan kamu melempar botol air tanpa alasan?" Lagi dan lagi kami memarahinya — melebihi apa yang sepantasnya diterima anak TK.

Air mata mulai mengalir di pipi anak saya. Bibirnya gemetar, dan ia mulai menangis. Kami pun menenangkan diri dan melanjutkan perjalanan, dan saya mencoba melupakan semua kejadian tersebut.

Beberapa minggu kemudian, saya memutar ulang video liburan kami di Hawaii. Ternyata insiden pelemparan botol air itu tidak sengaja terekam kamera (yang saya lupa matikan). Tanpa gambar, saya bisa mendengarkan diri saya sendiri sedang meneriaki anak kami dan mempermalukannya.

Saya mencoba menahan air mata. Bagaimana saya bisa berlaku seperti itu di depan anak saya sendiri, anak saya? Saya mungkin rekaman suara di kamera video, tapi tidak akan pernah bisa menghapus kejadian tersebut dari ingatan.

Suka atau tidak, sebagian orang tua mengamuk di depan anak kesayangan mereka. Kadang kemarahan itu ditujukan pada anak, kadang juga tidak. Tapi itu bukanlah pengalaman yang menyenangkan. Untungnya, ada cara sederhana yang bisa diambil untuk memperbaiki keadaan:

Harga dari sebuah kemarahan
Pertama, ingatlah mengamuk di depan anak bukan cara tepat menjadi orang tua. Hal itu bisa menyebabkan gangguan pada kejiwaan mereka, ujar ahli psikologi Matthew McKay, Ph.D, profesor dari Wright University di Berkeley, California, dan penulis “When Anger Hurt Your Kids”.

"Studi yang ada menunjukkan bahwa orangtua yang menunjukkan kemarahan di depan anaknya akan membuat anak tersebut menjadi kurang empatik, kata McKay.

Anak tersebut akan menjadi agresif dan mudah depresi dibandingkan anak yang berasal dari keluarga yang tenang, dan memiliki performa yang kurang baik di sekolah. Kemarahan dapat mengurangi kemampuan anak untuk beradaptasi dengan dunia, ujar McKay.

Semakin muda usia anak tersebut, maka semakin besar dampaknya. "Ketika anak masih kecil, Anda adalah dunianya," ujar psikolog Robert Puff, Ph.D, penulis “Anger Work: How to Express Your Anger and Still Be Kind”. "Ketika Anda marah, dunia mereka terguncang. Saat mereka tumbuh dewasa. mereka punya teman, dan orang lain dalam hidup mereka, dan hal itu akan mengurangi efeknya."

Satu lagi yang harus diperhatikan: Kemarahan tanpa kata-kata pada umumnya tidak akan membuat efek sebesar kemarahan biasa, ujar McKay.

Anak itu sebenarnya bisa belajar pelajaran penting dari melihat Anda marah sampai menenangkan diri. "Hal itu akan menunjukan pada anak bahwa kita semua bisa marah, tapi yang terpenting adalah memperbaiki keadaan sesudahnya," ujar McKay. Ini adalah langkah untuk melakukannya.

Ketika Anda meneriaki anak


Ketika Jennifer dari Huntington Beach, California, pergi ke Disneyland dengan tiga anaknya, dia tidak sadar "tempat paling bahagia di Bumi" akan menjadi salah satu lokasi momen paling buruknya sebagai orangtua. "Waktu itu hari sangat panas dan ramai" ujar Jennifer. "Dua anak saya menderita penyakit paru-paru dan bisa menggunakan kartu khusus untuk menghindari antrean. Tapi anak saya yang berusia 13 tahun menghilangkan kartunya. Tiba-tiba saya meneriakinya, setelah itu anak saya mulai menangis. Semua orang yang ada di sekitar melihat saya dengan jijik. Saya terus meminta maaf. Air mata saya juga mulai mengalir karena telah melukainya."

Studi University of New Hampshire menemukan, 90 persen orangtua mengakui pernah memarahi anaknya pada usia 2-12 tahun, dalam periode satu tahun (10 persen lagi pasti malaikat atau punya ingatan yang buruk).

Untuk menghindari meneriaki anak, kami berikan beberapa tips: Saat Anda marah bayangkan anak Anda sebagai bayi, ujar Dr. Sandra P Thomas, profesor dari University of Tennessee, Knoxville, dan penulis dari “Use Your Anger: A Woman's Guide to Empowerment”.

"Anak yang lebih tua dan remaja memang tidak selucu bayi, dan kadang mereka menyebalkan," ujarnya. "Ketika Anda marah, ingatlah mereka sebagai bayi, hal itu akan membantu Anda."

"Jika Anda bisa, istirahatlah sebentar, dan pergilah ke ruang sebelah meski hanya satu atau dua menit" ujar  Laura J. Petracek, Ph.D., penulis “The Anger Workbook for Women”.

Jika Anda terlanjur marah, hal yang paling penting adalah memperbaikinya. Jangan tergoda untuk menyalahkan anak Anda karena memicu amarah. "Katakan, aku sangat kecewa pada kecerobohanmu, tapi aku seharusnya tidak berteriak seperti itu, aku minta maaf." ujar Thomas. Berjanjilah Anda tidak akan melakukannya lagi, hibur anak Anda seperlunya.

Ketika Anda bertengkar dengan pasangan

Angie dari Seattle mengatakan hidupnya penuh tekanan sejak suaminya kehilangan pekerjaan dan mereka sering bertengkar di depan anak mereka yang berumur tiga tahun, Lexi.

"Semalam saya memarahi suami karena tidak membersihkan rumah," ujarnya. "Lexi datang dan menarik baju saya sambil berkata, 'Ayah jangan dimarahi', mata Lexi terlihat sangat ketakutan. Kami akhirnya berhenti bertengkar dan mencoba meyakinkannya, bahwa ayah dan ibunya masih saling mencintai, tapi saya tidak tahu apakah Lexi percaya."

Anak bisa sangat terpukul jika melihat orang tuanya bertengkar, ujar Charles Spielberger, Ph.D., psikolog yang mempunyai spesialisasi dalam studi kemarahan di University of South Florida. Sangat penting untuk segera memperbaiki keadaan.

Tidak usah menjelaskan keadaan dengan membacakan daftar cucian yang tidak dikerjakan pasangan Anda, hal itu hanya akan membuat anak stres. "Lebih baik katakan seperti ini: 'Saya sangat marah dengan ayahmu tadi, kami telah membicarakannya dan sedang memperbaikinya, orang tinggal bersama kadang bisa marah, maaf telah berteriak, kami masih saling menyayangi.'"

Jika bisa, katakan apa yang akan Anda lakukan lain kali, ujar Jerry Deffenbacher, Ph.D., profesor psikologi di Colorado State University, yang mempelajari masalah kemarahan. Hal itu akan membuat anak belajar dari pengalaman, contohnya: "Saya marah pada ayahmu karena menghanguskan roti, tapi saya minta maaf, harusnya saya tidak berteriak seperti itu. Lain kali kami akan menggunakan timer di dapur saat menyalakan oven."

Jangan berkomentar terlalu banyak. Menjelaskan terlalu banyak akan membuat anak Anda seperti terapis atau mediator. Jangan melibatkan anak terlalu jauh.

Ketika bertengkar dengan orang asing

Saat Fiona dari Detroit memasang sabuk pengaman untuk anaknya setelah kembali dari toko roti, seorang pengemudi yang lebih tua darinya berhenti di dekatnya dan membunyikan klakson. "Dia berteriak, tutup pintumu!" tanpa memberi peringatan kalau saya menutupi jalannya. Saya langsung berteriak "Apa tidak bisa lihat kalau saya sedang meletakkan bayi di kursi? Dasar $%*#@?!'”

“Anak kembar saya yang duduk di kursi belakang sangat terkejut, dan aku merasa sangat bersalah pada anak saya."

Insting Anda pasti ingin meminta maaf, tapi jangan. Semua orang bisa marah, Anda tidak boleh minta maaf karena kemarahan. (Hal ini penting jika Anda punya anak perempuan — anak perempuan pada usia muda memendam perasaannya).

Lebih baik terangkan apa yang membuat Anda marah. Ujar McKay: "Katakan, 'orang itu melukai perasaan saya dan saya sangat marah.'" Kemudian, mintalah maaf karena cara Anda meluapkan kemarahan. "Pastikan anak tahu makian — atau apa pun yang Anda lakukan itu salah" ujar Thomas.

Mengatasi amarah Anda
Untuk tetap bersabar, ikutilah beberapa aturan dasar berikut:

-Tanyakan pertanyaan yang tepat ketika anak membuat susah dan memicu kemarahan Anda, ikuti saran McKay: Daripada berpikir, mengapa dia melakukan ini pada saya? Fokus pada anak; mungkin ada alasannya. Apa dia lapar, bosan, lelah, atau ingin diperhatikan? Coba penuhi keinginannya dan jangan terbawa emosi.

-Catat kemarahan Anda saat Anda terbawa emosi. "Lihat polanya — jam saat Anda paling marah? Situasinya? ujar Deffenbacher. "Setelah Anda menemukan inti penyebab kemarahan Anda, minta pendapat mengatasinya." Anda bahkan bisa melibatkan anak Anda, katakan: "Saya sangat kesal jika kamu tidak mengerjakan tugasmu, bagaimana  supaya membuat situasi ini lebih baik? Dengan membiarkan anak memberi pendapat, Anda mendorong mereka menjadi bagian dari solusi.

-Kurangi pertengkaran rumah tangga, "Pada saat yang tenang, Anda dan pasangan harus setuju untuk mengatasi argumen secara berbeda, ujar Deffenbacher. "Jangan bertengkar di depan anak. Buat kode ketika Anda sangat marah, dan biarkan sinyal itu menjadi tanda kalau Anda ingin membahasnya nanti secara pribadi ketika suasana sudah tenang."

-Katakan emosi Anda dengan jelas, ketika anak atau orang asing membuat Anda marah, katakan "Wow, orang itu memotong jalanku — tidak sopan! Mungkin dia ada keadaan darurat atau tidak melihatku. Apa pun itu dia tidak akan merusak hariku.” ujar Deffenbacher. Dengan melakukan itu, Anda memberi contoh bagaimana mengatasi rasa frustasi sehari-hari. Dan bagaimana mengontrol emosi, sebelum Anda dikontrol emosi.

Kamis, 11 Oktober 2012

NAMA_NAMA WALI KELAS

DAFTAR WALI KELAS THN PELAJARAN 2012 / 2013
SMP NEGERI 3 CITEUREUP
NO WALI KELAS NAMA GURU KETERANGAN
1 VII – 1 DWI RAHAYU, S.Si
2 VII – 2 GUNTORO, S.Pd
3 VII – 3 LILIS YULIATI M, S.Pd
4 VII – 4 RENNI DEVITA, S.Pd
5 VII – 5 DEDE M. SAMBAS, S.P
6 VII – 6 FAJAR MARYANI, S.Pd
7 VII – 7 DEWI YULIASTUTI, S.Pd
8 VII – 8 FAHMI PUJA, S.Pdi

NO WALI KELAS NAMA GURU KETERANGAN

9 VIII – 1 ROKHMI KUSTINI, S.Pd
10 VIII – 2 RUSMIATI, S.Pd
11 VIII – 3 RIA SRI APRIYANTY, S.Pd
12 VIII – 4 AAN YULISTIWAN, S.Pd
13 VIII – 5 HASANAH, S.Pdi
14 VIII – 6 PANCA WULAN, S.Kom
15 VIII – 7 Dra. SYARIFAH
16 VIII – 8 SRI DEWI PUSPITASARI, S.E

NO WALI KELAS NAMA GURU KETERANGAN

17 IX – 1 Hj. NENENG SURYATI, S.Pd
18 IX – 2 FENTY EFIYANI, S.Pd
19 IX – 3 H.M IRFAN, S.Pd
20 IX – 4 IIM HALIMAH, S.Pd
21 IX – 5 SOPIYAH LAELANI, S.Pd
22 IX – 6 SUGIARNI, S.Pd
23 IX – 7 NURUL AENI, S.Pd
24 IX – 8 BASKORO, S.Pd

JADWAL PIKET

DAFTAR PIKET GURU PIKET
SMP NEGERI 3 CITEUREUP
TAHUN PELAJARAN 2012 / 2013

NO HARI PIKET PAGI

1 SENIN AAN YULISTIWAN, S.Pd
2 SELASA DEWI YULIASTUTI, S.Pd
3 RABU DWI RAHAYU, S.Si
4 KAMIS NURUL AENI, S.Pd
5 JUM’AT Dra. SYARIFAH
6 SABTU LILIS YULIATI, S.Pd

NO HARI PIKET SIANG

1 SENIN IIM HALIMAH, S.Pd
2 SELASA SUGIARNI, S.Pd
3 RABU SOPIYAH LAELANI, S.Pd
4 KAMIS ROKHMI KUSTINI, S.Pd
5 JUM’AT FENTI EFIYANI, S.Pd
6 SABTU H.M IRFAN, S.Pd

5 Cara Salah Mendidik Anak




 
 
 
 
 
 
Rate This

Ghiboo.com – Menjadi orang tua memang tidak mudah, butuh kesabaran dalam membesarkan dan mendidik anak. Tapi, jika cara Anda salah, itu juga berakibat fatal dan buruk untuk masa depannya.
Terkadang tanpa Anda sadari, sikap dan cara didik kepada anak justru membuat mereka stres. Kadangkala terlalu memanjakan mereka, itu juga tidak baik bagi perkembangkan mereka.
Berikut ini ada 5 cara mendidik anak yang dianggap salah, seperti dikutip dari Times of India, Jumat (10/2).
Tidak ada waktu
Sebagai orang tua, Anda mungkin tidak pernah menyediakan waktu dengan anak-anak. Setidaknya menanyakan kegiatan mereka apa saja disekolah. Komunikasi dengan anak penting, karena jika mereka punya masalah, akan disampaikan ke Anda dan masalah itu bisa cepat diselesaikan.
Terlalu royal memberi hadiah
Sebaiknya Anda tidak terlalu mudah memberikan anak hadiah apalagi jika tidak didukung prestasi yang baik di sekolah. Anda boleh-boleh saja memberi mereka hadiah, tentunya dengan memberi pengertian apabila prestasi di sekolah bagus, minimal nilai pelajaran mereka baik.
Membandingkan-bandingkan
Banyak orang tua yang membandingkan anak mereka dengan orang lain, baik itu saudara, teman atau teman sekelas. Kondisi itu akan membuat meereka semakin merasa tidak layak. Anda harus tahu, setiap anak memiliki kemampuan berbeda, jadi lebih baik Anda memberi motivasi dan dukungan terhadap potensi yang ada padanya.
Terlalu dibebani
Anak juga butuh istirahat dan dicharge. Ibarat baterai, kegiatan yang padat setelah sekolah seperti les, kursus dan lainnya sudah cukup membebani mereka. Jadi, berilah mereka waktu menyalurkan hobi, apakah olahraga, mendengarkan musik atau bahkan tidur.
Terlalu menuntut
Ujian adalah saat-saat paling tidak menyenangkan bahkan menjadi beban bagi anak-anak. Semakin terbebani karena Anda menuntut nilai yang bagus, kondisi ini bisa membuat mereka semakin stres. Seharusnya, yakinkan anak Anda dan motivasi mereka bahwa nilai jelek bukan akhir dari semuanya, karena masih ada kesempatan lain.

Selasa, 02 Oktober 2012

http://infopendataan.dikdas.kemdiknas.go.id

Sekolah
 
NPSN
 
Siswa
 
PTK
 
Rombel
 
Pengiriman
 
Status







SD NEGERI PUSPANEGARA 0120200104     
SD NEGERI PUSPANEGARA 0220200105   2012-10-02 13:25:54Diterima via aplikasi
SD N PUSPANEGARA 0320200106   2012-09-24 12:24:20Berhasil Diproses dengan Pengecualian
SD NEGERI PUSPANEGARA 0420200107   2012-10-02 10:42:04Diterima via aplikasi
SD NEGERI PUSPANEGARA 0520200108     
SD NEGERI PUSPANEGARA 0620200109   2012-09-27 15:33:18Diterima via aplikasi
SD NEGERI PUSPANEGARA 0820200135     
SD NEGERI PUSPASARI 0120200136   2012-09-28 11:03:26Diterima via aplikasi
SD NEGERI SUKAHATI 0120200253     
SD NEGERI SUKAHATI 0320200267     
SD NEGERI SANGKALI20200289   2012-09-24 22:01:43Diterima via aplikasi
SD NEGERI SANJA 0120200290     
SD NEGERI HAMBALANG 0120200321   2012-09-24 09:13:11Berhasil Diproses
SD NEGERI MUHARA 0120200330     
SD NEGERI LEUWINUTUG 0220200381     
SD NEGERI LEUWINUTUG 0420200383   2012-10-01 22:17:09Diterima via aplikasi
SD NEGERI LEUWINUTUG 0520200384     
SD NEGERI TAJUR 0120200752     
SD NEGERI TAJUR 0220200753     
SD NEGERI TAJUR 0320200754     
SD NEGERI TAJUR 0420200755     
SD NEGERI TAJUR 0520200769   2012-09-25 12:45:48Diterima via aplikasi
SD NEGERI TAJUR 0620200770     
SD NEGERI TAJUR 0720200771     
SD NEGERI TARIKOLOT 0320200906     
SD NEGERI TARIKOLOT 0420200907     
SD NEGERI TARIKOLOT 0520200908   2012-09-26 09:19:40Diterima via aplikasi
SD NEGERI TARIKOLOT 0620200909   2012-09-24 14:54:26Berhasil Diproses
SD NEGERI TARIKOLOT 0120200928     
SD NEGERI GUNUNGSARI 0320201547   2012-09-25 13:49:03Diterima via aplikasi
SD NEGERI GUNUNGSARI 0420201548   2012-09-24 13:40:24Berhasil Diproses
SD NEGERI HAMBALANG 0220201568     
SD NEGERI HAMBALANG 0320201569     
SD NEGERI HAMBALANG 0520201570     
SD NEGERI LANBAU 0120201624   2012-09-28 09:35:13Diterima via aplikasi
SD NEGERI LANBAU 0220201625     
SD NEGERI KARANG ASEM 0120201663     
SDN DUKUH20201830     
SD NEGERI CITEUREUP 0120201903   2012-09-20 10:35:59Berhasil Diproses
SD NEGERI CITEUREUP 0420201906     
SD NEGERI CITEUREUP 0520201907   2012-09-20 16:06:29Tidak Ada Perubahan
SD NEGERI CITEUREUP 0620201908     
SD NEGERI CITEUREUP 0720201909   2012-09-20 14:41:30Tidak Ada Perubahan
SD NEGERI HAMBALANG 0420230512   2012-09-26 13:37:22Diterima via aplikasi
SD NEGERI KARANG ASEM TIMUR 0120230526   2012-10-01 14:18:02Diterima via aplikasi
SD NEGERI KARANG ASEM TIMUR 0220230527   2012-09-27 13:51:01Diterima via aplikasi
SD NEGERI MUHARA 0220230552   2012-09-25 14:37:16Diterima via aplikasi
SD N PUSPANEGARA 0720200110   2012-08-31 12:21:14Berhasil Diproses
SD N LEUWINUTUG 0120200380   2012-09-19 16:28:25Berhasil Diproses dengan Pengecualian
SD N LEUWINUTUG 0320200382   2012-08-30 23:52:35Berhasil Diproses
SD N KARANG ASEM BARAT 0320201660   2012-09-21 16:37:37Berhasil Diproses
SD NEGERI GUNUNGSARI 0120201855   2012-09-26 14:13:22Diterima via aplikasi
SD N CITEUREUP 0220201904   2012-09-25 23:39:09Diterima via aplikasi
SD N CITEUREUP 0320201905   2012-09-14 19:07:55Tidak Ada Perubahan
SD N GUNUNGSARI 0220230509   2012-09-21 09:41:01Tidak Ada Perubahan
SD AL UTSMANIYAH      
SDAR-RIYADL      
SD AZZAHRA      
SD AL ASHR      
SD ISLAM ARROHMAN20201344   2012-09-24 10:22:09Tidak Ada Perubahan
SD ISLAM KARYA MUKTI20201343   2012-09-20 13:34:38Berhasil Diproses dengan Pengecualian
SMP NEGERI 2 CITEUREUP      
SMP NEGERI 1 CITEUREUP20200692   2012-08-31 10:06:37Berhasil Diproses dengan Pengecualian
SMP NEGERI 3 CITEUREUP20244714   2012-10-01 13:31:29Diterima via aplikasi
SMP ARSYADA      
SMP PUSPAWAYATA      
SMP PGRI CITEUREUP      
SMP KUWWA KENCANA20200577     
SMP AL FALAH TAJUR20200615     
SMP PUSPANEGARA20200702     
SMP YASDIQ20200720     
SMP TRIPLE J20200739     
SMP ISLAM YAFAC20231074   2012-10-02 09:06:15Diterima via aplikasi
SMP ISLAM KARYAMUKTI20231081   2012-10-02 07:41:41Diterima via aplikasi
SMP YAPENI20231168     
SMP YASKITTA20231172   2012-09-28 10:33:24Diterima via aplikasi
SMPS AL TAQWA COLLEGE (YIISI) 20252078     
SMPS ISLAM ARROHMAN20253329     
SMP PUSPA MEKAR20254121     
SMPS PUSPA MEKAR20254121     
SMPS AKADEMIA20268433   2012-09-27 18:47:17Diterima via aplikasi
SMPS Islam Attaufiq20270061     
SMP ARRIDHO20231057   2012-09-25 09:16:49Berhasil Diproses

http://infopendataan.dikdas.kemdiknas.go.id

Sekolah
 
NPSN
 
Siswa
 
PTK
 
Rombel
 
Pengiriman
 
Status







SD NEGERI PUSPANEGARA 0120200104     
SD NEGERI PUSPANEGARA 0220200105   2012-10-02 13:25:54Diterima via aplikasi
SD N PUSPANEGARA 0320200106   2012-09-24 12:24:20Berhasil Diproses dengan Pengecualian
SD NEGERI PUSPANEGARA 0420200107   2012-10-02 10:42:04Diterima via aplikasi
SD NEGERI PUSPANEGARA 0520200108     
SD NEGERI PUSPANEGARA 0620200109   2012-09-27 15:33:18Diterima via aplikasi
SD NEGERI PUSPANEGARA 0820200135     
SD NEGERI PUSPASARI 0120200136   2012-09-28 11:03:26Diterima via aplikasi
SD NEGERI SUKAHATI 0120200253     
SD NEGERI SUKAHATI 0320200267     
SD NEGERI SANGKALI20200289   2012-09-24 22:01:43Diterima via aplikasi
SD NEGERI SANJA 0120200290     
SD NEGERI HAMBALANG 0120200321   2012-09-24 09:13:11Berhasil Diproses
SD NEGERI MUHARA 0120200330     
SD NEGERI LEUWINUTUG 0220200381     
SD NEGERI LEUWINUTUG 0420200383   2012-10-01 22:17:09Diterima via aplikasi
SD NEGERI LEUWINUTUG 0520200384     
SD NEGERI TAJUR 0120200752     
SD NEGERI TAJUR 0220200753     
SD NEGERI TAJUR 0320200754     
SD NEGERI TAJUR 0420200755     
SD NEGERI TAJUR 0520200769   2012-09-25 12:45:48Diterima via aplikasi
SD NEGERI TAJUR 0620200770     
SD NEGERI TAJUR 0720200771     
SD NEGERI TARIKOLOT 0320200906     
SD NEGERI TARIKOLOT 0420200907     
SD NEGERI TARIKOLOT 0520200908   2012-09-26 09:19:40Diterima via aplikasi
SD NEGERI TARIKOLOT 0620200909   2012-09-24 14:54:26Berhasil Diproses
SD NEGERI TARIKOLOT 0120200928     
SD NEGERI GUNUNGSARI 0320201547   2012-09-25 13:49:03Diterima via aplikasi
SD NEGERI GUNUNGSARI 0420201548   2012-09-24 13:40:24Berhasil Diproses
SD NEGERI HAMBALANG 0220201568     
SD NEGERI HAMBALANG 0320201569     
SD NEGERI HAMBALANG 0520201570     
SD NEGERI LANBAU 0120201624   2012-09-28 09:35:13Diterima via aplikasi
SD NEGERI LANBAU 0220201625     
SD NEGERI KARANG ASEM 0120201663     
SDN DUKUH20201830     
SD NEGERI CITEUREUP 0120201903   2012-09-20 10:35:59Berhasil Diproses
SD NEGERI CITEUREUP 0420201906     
SD NEGERI CITEUREUP 0520201907   2012-09-20 16:06:29Tidak Ada Perubahan
SD NEGERI CITEUREUP 0620201908     
SD NEGERI CITEUREUP 0720201909   2012-09-20 14:41:30Tidak Ada Perubahan
SD NEGERI HAMBALANG 0420230512   2012-09-26 13:37:22Diterima via aplikasi
SD NEGERI KARANG ASEM TIMUR 0120230526   2012-10-01 14:18:02Diterima via aplikasi
SD NEGERI KARANG ASEM TIMUR 0220230527   2012-09-27 13:51:01Diterima via aplikasi
SD NEGERI MUHARA 0220230552   2012-09-25 14:37:16Diterima via aplikasi
SD N PUSPANEGARA 0720200110   2012-08-31 12:21:14Berhasil Diproses
SD N LEUWINUTUG 0120200380   2012-09-19 16:28:25Berhasil Diproses dengan Pengecualian
SD N LEUWINUTUG 0320200382   2012-08-30 23:52:35Berhasil Diproses
SD N KARANG ASEM BARAT 0320201660   2012-09-21 16:37:37Berhasil Diproses
SD NEGERI GUNUNGSARI 0120201855   2012-09-26 14:13:22Diterima via aplikasi
SD N CITEUREUP 0220201904   2012-09-25 23:39:09Diterima via aplikasi
SD N CITEUREUP 0320201905   2012-09-14 19:07:55Tidak Ada Perubahan
SD N GUNUNGSARI 0220230509   2012-09-21 09:41:01Tidak Ada Perubahan
SD AL UTSMANIYAH      
SDAR-RIYADL      
SD AZZAHRA      
SD AL ASHR      
SD ISLAM ARROHMAN20201344   2012-09-24 10:22:09Tidak Ada Perubahan
SD ISLAM KARYA MUKTI20201343   2012-09-20 13:34:38Berhasil Diproses dengan Pengecualian
SMP NEGERI 2 CITEUREUP      
SMP NEGERI 1 CITEUREUP20200692   2012-08-31 10:06:37Berhasil Diproses dengan Pengecualian
SMP NEGERI 3 CITEUREUP20244714   2012-10-01 13:31:29Diterima via aplikasi
SMP ARSYADA      
SMP PUSPAWAYATA      
SMP PGRI CITEUREUP      
SMP KUWWA KENCANA20200577     
SMP AL FALAH TAJUR20200615     
SMP PUSPANEGARA20200702     
SMP YASDIQ20200720     
SMP TRIPLE J20200739     
SMP ISLAM YAFAC20231074   2012-10-02 09:06:15Diterima via aplikasi
SMP ISLAM KARYAMUKTI20231081   2012-10-02 07:41:41Diterima via aplikasi
SMP YAPENI20231168     
SMP YASKITTA20231172   2012-09-28 10:33:24Diterima via aplikasi
SMPS AL TAQWA COLLEGE (YIISI) 20252078     
SMPS ISLAM ARROHMAN20253329     
SMP PUSPA MEKAR20254121     
SMPS PUSPA MEKAR20254121     
SMPS AKADEMIA20268433   2012-09-27 18:47:17Diterima via aplikasi
SMPS Islam Attaufiq20270061     
SMP ARRIDHO20231057   2012-09-25 09:16:49Berhasil Diproses